Rabu, 21 September 2016

Pengertian Refleksi dan Fungsinya dalam Penelitian Tindakan

Pada prinsipnya yang dimaksud refleksi adalah evaluasi yang dilakukan oleh para kolaborator atau partisipan yang terkait dengan suatu PTK yang dilakukan. Refleksi dalam PTK dilakukan pada saat memikirkan tindakan yang akan di lakukan, ketika tindakan sedang dilakukan dan setelah tindakan dilakukan. Ruang lingkup kegiatan refleksi sendiri bukan berada pada diri guru sendiri namun mencakup keseluruhan konteks pembelajaran yang dilakukan,  termasuk siswa dan lingkungannya.
Kegiatan refleksi mencakup kegiatan analisis, interpretasi dan evaluasi yang diperoleh dari kegiatan observasi. Data yang telah terkumpul dalam kegiatan observasi harus secepatnya dianalisa dan dinterpretasi sehingga dapat segera diketahui  tindakan tersebut terhadap pencapaian tujuan.  Interpretasi hasil observasi ini menjadi dasar untuk melakukan evaluasi sehingga dapat disusun langkah-langkah berikutnya dalam pelaksanaan tindakan.
Untuk lebih memperjelas  penjelasan refleksi berikut ini contoh yang dikutip dari karya Noeng Muhadjir (1996).
Seorang guru SD merasakan bahwa interaksi yang terjadi di dalam kelas lebih didominasi guru.Ia ingin mengubah kondisi ini dengan cara mencermati rancangan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukannya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan partisipasi siswa dengan menambah alat peraga dan dialog.Dari hasil pengkajian terhadap tindakan yang telah dilakukan, ternyata partisipasi yang lemah belum Nampak. Guru merancang lagi kegiatan pembelajaran berikutnya dengan memasukan kegiatan memberikan motivasi dan pujian kepada siswa yang lemah. Hasilnya cukup mengembirakan. Anak yang lemah menjadi semakin aktif dalam proses pembelajaran.
Dari kegiatan observasi diketahui diketahui bahwa pemberian motivasi dan pujian kepada siswa yang lemah menimbulkan masalah baru.Anak yang cerdas menjadi bosan karena guru banyak meladeni siswa yang lemah sehingga pelajaran berjalan dengan sangat lamban.Hal ini mendorong guru untuk melakukan refleksi untuk menganalisis dan mengevaluasi tindakan yang telah diambil. Akhirnya ia sampai kepada kesimpulan bahwa proses pembelajaran berikutnya harus diupayakan untuk melibatkan siswa yang cerdas. Tindakan yang ditempuh adalah meminta siswa yang cerdas membantu siswa yang lemah melalui kegiatan kerja kelompok.
Dalam proses pembelajaran ada anak yang cerdas cukup antusias membantu teman-temannya yang lemah, tetapi ada pula anak yang cerdas lainnya tidak nampak antusias. Ternyata terdapat lagi permasalahan.Anak cerdas yang antusias ternyata ada yang sabar, ada yang otoriter dan ada lagi yang bersifat egois.Ia kerjakan kelompoknya seorang diri tanpa mengikutsertakan temannya yang lain. Sementara itu, satu anak cerdas yang tidak antusias terlihat malas dan tidak mau membantu teman-temannya.
Pada kesempatan pembelajaran berikutnya. Guru menyisipkan penjelasan tentang pentingnya solidaritas antar warga masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk kerja sama dan saling membantu. Yang pandai dimisalkan sebagai mata air yang diambil terus menerus tidak habis, melainkan mata air tersebut menjadi semakin besar dan semakin jernih. Anak yang pandai jika mau membantu yang lemah menyebabkan ia menjadi semakin cermat dan mantap pemahamannya terhadap materi yang dipelajari sehingga dia justru akan semakin pandai. Ketika kerja kelompok diadakan lagi, anak yang cerdas di kelas terbeut telah berubah sehingga kerja kelompok menjadi hidup dan berubah menjadi kompetensi antar kelompok.

sumber:
http://diary-mr417.blogspot.co.id/2013/01/pengertian-refleksi-dan-fungsinya-dalam.html

Perbedaan negara berkembang (miskin) dan negara kaya (maju)

piramida
Perbedaan negara berkembang (miskin) dan negara kaya (maju) tidak tergantung pada umur negara tersebut.  Contohnya negara India dan Mesir, yang umurnya lebih dari 2000 tahun,
tetapi mereka tetap terbelakang (miskin).  Disisi lain negara Singapura, Australia, New Zealand negara yang umurnya kiurang dari 150 tahun dalam membangun saat ini mereka adalah bagian dari negara maju di dunia, dan penduduknya tidak lagi miskin.  Ketersediaan sumberdaya alam dari suatu begara juga tidak menjamin negara itu menjadi kaya atau miskin.
Jepang mempunyai area yang sangat terbatas.  Daratannya 80% berupa pegunungan dan tidak cukup untuk meningkatkan pertanian dan pertenakan, tetapi saat ini Jepang menjadi raksasa ekonomi nomor dua di dunia.  Jepang suatu laksana negara industry terapung yang besar sekali, mengimpor bahan baku dari semua negara di dunia dan mengekspor barang jadinya.
Swiss tidak mempunyai perkebunan coklat tetapi sebagai negara pembuat coklat terbaik di dunia.  Negara Swiss sangat kecil, hanya 11% daratannya yang bisa ditanami.  Swis juga mengolah susu dengan kualitas terbaik (Nestle adalah salah satu perusahaan makanan terbaik di dunia),  Swis juga tidak mempunyai cukup reputasi dalam hal keamanan, integritas, dan ketertiban tetapi saat ini bank-bank di Swiss menjadi bank yang sangat disukai di dunia.
Para eksekutif dari negara maju yang berkomunikasi dengan temannya dari negara terbelakang juga sependapat bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal kecerdasan.  Rasa tau warna kulit juga bukan factor utama.  Para imigran yang dinyatakan pemalas di negara asalnya ternyata menjadi sumberdaya yang sangat produktif di negara-negara majukaya di Eropa. Lalu apa Perbedaannya ?
Perbedaannya adalah pada sikap/prilaku masyarakatnya yang sudah dibentuk sepanjang tahun melalui kebudayaan dan pendidikan. Berdasarkan analisis atas prilaku masyarakat di negara maju, ternyata bahwa mayoritas penduduknya sehari-harinya mengikuti/mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan sebagai berikut :
  1. Etika, sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari
  2. Kejujuran dan integritas
  3. Bertanggung jawab
  4. Hormat pada aturan dan hokum masyarakat
  5. Hormat pada hak orang/warga lain
  6. Cinta pada pekerjaan
  7. Berusaha keras untuk menabung dan investasi
  8. Mau bekerja keras
  9. Tepat waktu
Di negara terbelakang/miskin/berkembang hanya sebagian kecil masyarakatnya mematuhi prinsip dasar kehidupan tersebut.  Kita bukan miskin (terbelakang) karena kurang sumberdaya alam, atau karena alam yang kejam pada kita.  Kita terbelakang/lemah/miskin karena prilaku kita yang kurang atau tidak baik.  Kita kekurangan kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan prinsip-prinsip dasar kehidupan yang akan memungkinkan masyarakat kita pantas membangun masyarakat, ekonomi, dan negara.  Jika anda tidak menneruskan pesan ini tidak akan terjadi apa-apa dengan diri Anda.  Hewan peliharaan Anda tidak akan mati, Anda tidak kehilangan pekerjaaa, Anda tidak akan mendapatkan kesialan dalam 7 tahun juga Anda tidak akan sakit. Tetapi jika Anda tidak meneruskan pesan ini, tidak akan terjadi perubahan apa-apa dalam negara kita.  Negara Kita akan tetap berlanjut dalam kemiskinan ….. dan akan menjadi lebih miskin lagi.  Jika Anda mencintai negara kita,teruskan pesan ini kepada teman-teman Anda, biarlah mereka merefleksikan hal ini.  Kita harus mulai darimana saja.  Kita ingin berubah dan bertindak ! dan perubahan dimulai dari diri kita sendiri.
sumber:

REFLEKSI DAN TINDAKAN


Indonesia adalah negara yang sangat kaya. Memiliki sumber daya manusia yang berlimpah dan sumber daya alam yang luar biasa. Tetapi sayang, Indonesia bukanlah negara maju (kaya) untuk saat ini, Indonesia belum mampu memberdayakan kekayaan yang berserak di tanah air. Bisa dianalogikan, kita adalah balita yang diberikan uang begitu banyak. Walau sangat berharga, toh kita belum bisa memanfaatkannya secara optimal.

Perbedaan antara negara berkembang dan negara maju tidak bergantung pada umur negara itu. Contohnya negara India dan Mesir, yang umurnya lebih dari 2000 tahun, tetapi mereka tetap terbelakang (miskin).

Di sisi lain, Singapura, Kanada, Australia dan New Zealand, negara-negara yang umurnya kurang dari 150 tahun dalam membangun, saat ini mereka adalah bagian dari negara maju di dunia dan penduduknya tidak ada lagi yang kekurangan.

Ketersediaan sumber daya alam dari suatu negara juga tidak menjamin negara itu menjadi kaya atau miskin.
Tidak percaya??
Mari kita lirik negara Jepang. Jepang mempunyai area yang sangat terbatas. Daratannya 80% berupa pegunungan dan tidak cukup untuk meningkatkan pertanian dan peternakan.

Tetapi, saat ini Jepang menjadi raksasa ekonomi yang di akui dunia. Jepang laksana suatu negara "industri terapung" yang besar sekali, mengimpor bahan baku dari semua negara di dunia dan mengekspor barang jadinya.

Contoh lainnya adalah negara Swiss. Swiss tidak mempunyai perkebungan coklat tetapi sebagai negara pembuat coklat terbaik di dunia. Negara Swiss sangat kecil, hanya 11% daratannya yang bisa ditanami. 

Swiss juga mengolah susu dengan kualitas terbaik. Swiss juga tidak mempuanyai cukup reputasi dalam keamanan, integritas, dan ketertiban. Tetapi saat ini bank-bank di Swiss menjadi bank yang sangat disukai di dunia.

Para eksekutif dari negara maju berkomunikasi dengan temannya dari negara terbelakang akan sependapat bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal kecerdasan.
Ras atau warna kulit juga bukan faktor penting. Para imigran yang dinyatakan pemalas di negara asalnya ternyata menjadi sumber daya yang sangat produktif di negara-negara maju (kaya) di Eropa.

Lantas, apa perbedaannya???


Perbedaannya adalah pada SIKAP/PRILAKU masyarakatnya, yang telah dibentuk sepanjang tahun melalu KEBUDAYAAN DAN PENDIDIKAN

Berdasarkan analisis atas perilaku masyarakat di negara maju, ternyata bahwa mayoritas penduduknya sehari-harinya mengikuti/mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan sebagai berikut..
1. Etika, sebagai prinsip dasar dalam kehidupan
2. Kejujuran dan integritas
3. Bertanggung jawab
4. Hormat pada aturan dan hukum masyarakat
5. Hormat pada hak orang/warga lain
6. Cinta pada pekerjaan
7. Berusaha keras untuk menabung dan investasi
8. Mau bekerja keras
9. TEPAT WAKTU

Di negara miskin dan bekerbang, HANYA sebagian kecil masyarakatnya mematuhi prisip dasar kehidupan tersebut.
Kita bukan miskin karena kurang sumber daya alam, atau karena alam yang kejam kepada kita. 
Kita terbelakan/miskin/lemah karena prilaku kita yang kurang/tidak baik akibat pendidikan yang kurang dan budaya yang terkikis menghilang.
Kita kekurangan kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan prinsip dasar kehidupan yang akan memungkinkan masyarakat kita pantas membangun masyarakat, ekonomi dan negara.

Terus sampai kapankah kita akan mempertahankan kondisi ini???

Jangan pernah mencoba meminta perubahan terhadap orang lain, jika kita belum berniat melakuaknnya.

Untuk itu, Lakukan lah perubahan yang dimuali dari DIRI KITA SENDIRI, dimuali dari HAL YANG KECIL dan lakukan MULAI SAAT INI JUGA...!!!!!

sumber: